Penyakit Kepo

07.40

Istilah kepo udah menjamur di sosial media. Pasti kalian pernah memerhatikan kata "kepo" di tiap komen atau status di sosial media. Kepo itu seperti ingin mengetahui apa yang terjadi dengan orang tersebut atau ingin tau tentang hal-hal yang lain.

Tetapi, aku rasanya emosi banget ketika melihat orang-orang yang terlalu kepo di sosial media. Nggak usah jauh-jauh deh. Contohnya aja ada orang terkenal yang menge-post foto di instagram. Pasti deh salah satu komen atau beberapa komen ada yang menjurus ke istilah kepo. Jika aku ada di posisi si doi, pasti ada rasa emosi atau sebel sama komen-komen tersebut. Aku ada sebuah pengalaman tentang penyakit kepo. Jadi, nih aku baru aja beberapa bulan jadian. Eh, nggak lama beberapa hari berikutnya udah ada yang kepo. Dan keponya berkelanjutan. Sampe nanya-nanya ke temen deket w. Emang sih aku bukan tipe orang yang suka ngumbar-ngumbar our relationship. Itu alesan kenapa kepo berkelanjutan. I think there will be a time to tell the world. Kalo kata temen deketku, "Nggak usah terlalu ngumbar kemesraan, ni kalo emang kamu punya pacar. Toh, yang jalanin hidup kamu. Jadi, urusan kamu lah. Perasaan cinta itu nggak perlu diumbar-umbar dengan kemesraan yang ada di sosmed sekarang. Perasaan itu bisa ditunjukkan dengan hal yang lain." Dan juga, setelah jadian pun kepo itu berkelanjutan. Jujur sedalam-dalamnya, aku lumayan risih. Karena kepo itu menurutku mengganggu dan nggak pantes ditanyakan dengan orang yang bersangkutan. Aku yang jalanin hidup, so it's my business. Semenjak itu, aku memutuskan untuk agak menjauh dari lingkaran sosial di sekitarku. Nggak baik juga sih sebenernya, cuma aku ingin menghindari kejadian-kejadian kayak gitu.

Menurutku, kepo ini emang udah menjamur di sini. Memang budaya di sini kekeluargaan dijunjung tinggi sehingga kita dituntut untuk saling peduli dengan satu dan yang lain. Tetapi, saat ini telah disalah gunakan. Kepo itu ada batasannya. Nggak semuanya atau seluruh hidup orang harus kalian kepoin. Tipe orang beda-beda, bisa jadi orang yang kalian kepoin akan merasa nggak suka jika seluruh kehidupannya dikepoin. Terkadang kepo itu bukan untuk peduli, tapi hanya ingin mengetahui aja. Pernah suatu hari liat sebuah video yang dishare di Facebook. Di video itu, diperlihatkan sebuah kecelakaan motor di jembatan dan itu membuat seluruh orang yang melewati jembatan itu kepo berat. Lalu, apakah orang yang melihat kecelakaan di jembatan langsung turun tangan? Ternyata nggak, justru mereka masih berdiri melihat korban kecelakaan di situ tanpa ada action apapun. Kalo kayak gitu bisa-bisa keburu kesakitan korbannya. Itu salah satu kejadian di sini. Semoga orang-orang yang kepo dan suka bertanya-tanya nggak jelas di sosmed sadar akan kelakuannya. Aamiin.

P.S. maaf kalo kalian yang membaca tulisan di atas merasa sakit hati. Karena aku ingin ngeluarin uneg-uneg yang udah lama aku rasain. Aku harap mereka sadar bahwa kepo ada batasannya. Trims :)

You Might Also Like

0 komentar

Subscribe