Hidup Bermanfaat dan Ikhlas

23.24

Halooo semuanya! Kali ini aku mau posting sebelum liburannya berakhir hahaha. Karena setelah ini udah nggak bisa posting posting di blog lagi. Tiba-tiba, aku kepikiran sesuatu deh. Mungkin ini cuma pemikiranku aja, so boleh bener-bener kalian telan atau kalian buang mentah-mentah. Ceritanya nih minggu lalu aku ikut kelas bahasa Jerman. Entah sejak kapan tiba-tiba aku ingin belajar bahasa Jerman. Padahal tujuan awalnya aku nggak kepengen ke Jerman. Dan sekarang pengen ke Jerman hahaha dasar labil. Aku ikut tuh kelas bahasa Jerman dan untungnya ada temennya. Alhamdulillah Ya Allah aku tidak sendiri kebingungan di kelas bahasa Jerman. Kelasnya langsung dimulai nih dan kebetulan the teacher is a native speaker. Duh, aku malah berasa kayak orang bloon nggak tau nih bule ngomong apaan. Yaaa you know lahh... bahasa Jerman tidak seperti bahasa Inggris dan bahasa yang lainnya yang ada di dunia ini. Lidah Indo tuh rasanya gatel kalo ngomong Jerman wakakakakk. Aku cuma tau sedikit-sedikit kosakata bahasa Jerman, itu pun cuma "Hallo! Ich heiße Nia..." Cuma ala-ala conversation dasar. Kemudian, lesnya dimulai nih. Aku berusaha ngikutin tuh apa yang Herr (panggilan Sir dalam bahasa Jerman) ajarin. Yaaa alhamdulillah nya paham-paham dikit apa yang dia terangin. Karena semalem aku udah liat YouTube demi bisa ngikutin materi di kelas. Karena kalian harus tau. Kalo kalian ingin mendapatkan sesuatu harus berjuang coy.

Tiba-tiba, si Herr ini nunjuk aku buat baca tulisan Jerman yang ada di LCD. Duh, agak deg-degan sih tapi nggak usah malu lah. Kemudian ada bapak-bapak yang ngomong, "Gapapa mbak dicoba dulu aja. Semua orang bisa tuh berawal dari nggak bisa." Fyi, bapak-bapak ini udah pensiunan tapi dia semangat banget buat belajar bahasa. Kerennn! Akhirnya, aku mulai speaking tuh. Because I am Javanese people, Jermannya masih sedikit medok-medok gitu. Tapi, bodo amatlah. Si Herr juga nggak peduli mau ngomongnya kayak gimana, yang penting kita mau nyoba.
Dan di sini nih, aku dapet pelajaran berharga. As you know, si Herr ini adalah seorang volunteer dari Jerman. Dia mengajukan dirinya sebagai volunteer di Rumah Bahasa. Aku salut sama si Herr satu ini. Why? Karena dia ikhlas membagikan ilmunya kepada orang banyak, padahal dia hanyalah seorang volunteer. Menurutku, kenapa si Herr ini mau rela membuang waktunya demi mengajarkan ilmunya kepada orang banyak? Karena selama kita masih ada kesempatan memberikan manfaat kepada orang lain, kenapa nggak? Masih sedikit yang aku lihat di luar sana orang-orang yang berpikiran seperti Herr ini. Dan si Herr ini tidak mengharapkan imbalan sedikit pun. Menurutku, kuncinya cuma satu yaitu ikhlas. Ikhlas itu susah coy. Meskipun kita udah ngomong iya di luar, tapi di dalem masih ada rasa nggrundel namanya belum Ikhlas. Yang penting cuma ikhlas yang harus kita tingkatin. Selama kita ikhlas kita bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Jujur, aku sendiri kadang-kadang susah  untuk ikhlas. Ada aja di dalem pasti nggrundel nggak karuan. Makanya, ikhlas itu susah coy tapi kita harus bisa mencobanya. Yakin deh, dengan ikhlas semuanya akan lancar begitu saja.
Balik lagi ke manfaat. Sebenernya nih yaaa banyak banget hal-hal yang bisa kita lakuin agar bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Karena jika kalian memberikan manfaat kepada orang lain, pahala itu akan selalu mengalir sepanjang hidup hingga kita mati. Jujur juga, aku masih sedikit memberikan manfaat kepada orang lain. Tapi, aku selalu berusaha untuk bermanfaat untuk orang lain. Btw, aku salut nih sama salah satu temenku yang dia udah bisa memberikan manfaat untuk hutan di Indonesia. Menurutku, itu sebuah nilai plus plus. Karena masih ada yang peduli sama negara kita tercinta ini :)) So, pesan aja sih. Berlomba-lombalah kalian agar bisa bermanfaat untuk orang lain. Hidup rasanya rugi kalo kalian tidak bisa memberikan manfaat untuk orang lain. Karena itu merupakan salah satu kebaikan.
Karena w nggak jago-jago berkata, cukup sekian, guys! Tschüss! :)

You Might Also Like

0 komentar

Subscribe