Renungan

03.56

Hi, readers! Maaf, baru sempat blogging lagi. Karena liburan yang sangat sangat gabut ini meningkatkan moodku untuk menyempatkan blogging. Now, what's the topic?

Kali ini aku cuma pengen cerita aja, sih. Mungkin ini bisa dijadikan renungan buat kalian. Tumben banget nge-post tentang renungan dan ini bukan aku banget hehehe. Meskipun aku bukan seorang motivator, tetapi cobalah untuk membaca sejenak agar kalian berpikir.

Ada sebuah cerita. Suatu hari, seorang nenek sedang jatuh sakit. Nenek itu mengalami stroke yang menyerang pita suara. Sehingga, beliau tidak bisa berbicara dengan jelas. Beliau berusaha menghubungi sepuluh anaknya yang telah hidup bersama keluarganya dan jauh dari nenek tersebut. Melihat kehidupan nenek tersebut sangat kasihan. Dari sepuluh anak tersebut, ada satu anak yang kondisinya sangat memprihatinkan. Anak tersebut hidupnya cacat, dia hanya bisa terbaring di tempat tidur dan lumpuh tidak berdaya. Kesehariannya hanya bisa mengonsumsi obat-obatan yang dapat membunuh dia secara perlahan-lahan (obat yang dimaksud adalah obat tidur). Tubuhnya kurus dan kedua buah dadanya telah diangkat akibat adanya tumor. Malang nian nasib anak tersebut. Tak ada manusia normal yang mengharapkan hidup seperti dia. Di usianya yang seharusnya merasakan indahnya momen pernikahan, dia hanya bisa berbaring merasakan kehidupannya yang tidak normal.
Sang nenek hanya bisa mengadu dalam hati kepada Yang Maha Kuasa. Beliau juga merasa bersalah karena tidak dapat merawat anaknya akibat penyakit yang dideritanya. Lalu, bagaimana reaksi anak-anak yang lain? Di antara mereka ada sebagian yang masih peduli. Mereka yang masih peduli berusaha untuk menyuapi beliau saat makan dengan sangat sabar,

Cobalah kalian membayangkan jika sang nenek tersebut adalah ibu kita. Apakah kita tega melihat keadaan ibu kita seperti itu saat kita sudah mulai merasakan kesuksesan? Jika kita kembali lagi, kesuksesan itu merupakan hasil usaha dari orang tua kita juga. Mereka berusaha setiap hari di saat selesai shalat atau beribadah dan di saat sepertiga malam mendoakan kita agar bisa menjadi anak yang sukses dan selalu taat kepada Yang Maha Kuasa. Karena mereka ingin kehidupan sang anak lebih sukses dari mereka di masa yang akan datang. Sebagai anak kita harus membalas budi kebaikan mereka. Ingat jangan pernah sifat tinggi hati itu muncul saat kita sudah merasakan kesuksesan. Kita harus selalu utamakan prioritas mereka di kehidupan kita. Bagaimana caranya kita membalasnya? Jangan lupa untuk selalu menjenguk mereka. Mereka akan senang jika anaknya menjenguk, karena itu adalah bukti bahwa anaknya masih peduli terhadap kedua orang tuanya. Jangan pernah kalian menambah beban kepada orang tua di masa yang akan datang. Cobalah hidup dengan mandiri tanpa membebani orang tua dengan segala masalah yang kalian miliki. Orang tua sudah seharusnya menikmati masa tuanya dengan tentram. Dan yang terakhir cobalah untuk membahagiakan mereka dengan berbagai cara yang kalian miliki. Apa pun itu pasti mereka akan senang karena anaknya tidak ingin mereka menikmati masa tuanya tidak bahagia.

Pesan terakhir : Jangan lupa untuk selalu membahagiakan orang tua kita di saat mereka masih hidup. Dan jangan lupa untuk membalas kebaikan mereka di suatu hari nanti. Karena kita tidak akan bisa tumbuh sukses tanpa doa dari kedua orang tua :)


You Might Also Like

0 komentar

Subscribe